Globalinformasi.com || Medan – Free event Jong Batak’s Arts Festival (JBAF) diselenggarakan Meriah di Taman Budaya Medan sejak 24 April 2026 hingga 28/04/2026.
Festival seni dan budaya ini lahir dari inisiatif komunitas kreatif di Medan sebagai ruang pertemuan antara kesenian tradisi.
Di tahun yang ke -13 OHAX Manalu Selaku Direktur JBAF mengatakan kepada wartawan 26/04/2026 Bahwasanya event Jong Batak’s Arts Festival yang ke – 13 akan diselenggarakan pada Oktober 2026
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“JBAF merupakan sebuah pagelaran budaya yang menyuguhkan pertunjukan elemen-elemen seni yang dirangkai dalam bentuk seni pertunjukan yang diadakan Rumah Karya Indonesia sekaligus juga untuk memperingati Sumpah Pemuda,” kata Direktur JBAF Ohax Manalu Minggu 26/04/2026
Lanjutnya, “Ini Free event Jong Batak’s Arts Festival, nanti JBAF yang ke-13 diselenggarakan pada Oktober 2026, jadi harapan kita melalui free event ini sudah ke trigger minimal di Medan lah sama rekan – rekan di kawasan danau toba, di free event ini juga kami sudah memberikan kisi – kisi tema besar nya” Ucap Ohax Manalu kembali
Sejak pertama kali digelar pada 2014, JBAF menjadi wadah bagi seniman, komunitas, dan masyarakat untuk merayakan serta merefleksikan identitas budaya dalam dialog dengan isu-isu zaman.
Diketahui, Kegiatan JBAF ini diselenggarakan atas inisiatif seniman lintas etnik, tanpa melibatkan pihak birokrat
Khusus untuk hari ini minggu 26/04/2026 Tema Free event JBAF adalah “Mencintai Alam dan Lingkungan ” Dua hari sebelumnya bertema ” seni, lingkungan dan ketahanan pangan”. JBAF ingin menumbuhkan rasa nasionalisme pada anak-anak muda di Sumatera Utara untuk mengenal identitas mereka.
Turut hadir, Marsius Sitohang yang merupakan maestro musik tradisional Batak Toba yang dikenal luas sebagai pemain seruling (sulim) dan kecapi yang sangat terampil, dan juga akademisi, Sapna Br Sitopu yang merupakan seniman vokal, dan tokoh masyarakat asal Sumatera Utara yang dikenal luas di bidang musik tradisional, khususnya etnomusikologi.
Selain itu, juga ada festival musik tradisional, seni tari dari wilayah Toba, Simalungun, Karo dan Pakpak, serta diskusi tentang pemuda dan kebudayaan.( Red)













