Aktivis PPA, Ev. Romauli Situmorang: Bukan Kemiskinan Ekonomi, Negara Yang Abai Merenggut Masa Depan Anak

- Penulis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalinformasi.com||Semarang-Tragedi pilu yang terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur pada akhir Januari 2026 adalah peringatan keras bagi negara dan semua elemen masyarakat.

Kisah anak YBS (10 tahun), siswa kelas IV SD yang mengakhiri hidupnya setelah permintaannya untuk membeli buku dan pena kepada ibunya tidak mampu terpenuhi bukan sekedar persoalan keluarga.

“Tragedi ini bukan saja sekedar persoalan keluarga. Ini adalah persoalan negara. Ada yang salah dengan negara ini. Kemana anggaran pendidikan sehingga tidak menjangkau YBS,” tegas Romauli Situmorang.

Lebih lanjut, Romauli Situmorang mengatakan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab negara sesuai dengan mandat Undang-Undang.

“Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sebesar 20% dari total APBN dan APBD sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 31 Ayat (4). Kemana semua anggaran ini sehingga seorang anak harus mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena,” ujarnya.

Menurutnya, bukan kemiskinan ekonomi yang merenggut masa depan YBS. Negara yang abai terhadap tanggung jawab dan kewajibannya sebagaimana mandat konstitusi harus bertanggung jawab atas tragedi ini.

“Dimana tanggung jawab pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat dengan semua program pemerintah terhadap pengentasan kemiskinan sehingga tidak menyentuh YBS,” imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa keberhasilan negara bukanlah memberikan sumbangan ke luar negeri, ataupun partisipasi kuat di luar negeri sedangkan persoalan-persoalan di dalam negeri diabaikan.

“Negara seperti tutup mata dan tutup telinga sehingga YBS tidak terjangkau. Bahkan saat ini negara malah memberikan 17 T untuk iuran bergabung di BOP, ” ungkapnya.

Ia juga menyatakan bahwa tragedi ini merupakan Ironi yang sangat memilukan, negara memberikan 17 T untuk iuran keanggotaan di BOP dan YBS mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp 10.000,00.

“Saatnya evaluasi, yang dibutuhkan bukan sekedar ucapan belasungkawa, tapi kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia darurat anak mengakhiri hidup sebagaimana data dari KPAI yang menyebutkan Indonesia negara tertinggi di kawasan Asia Tenggara dengan sebaran 46 kasus pada tahun 2023, 43 kasus pada tahun 2024, dan 25 kasus pada tahun 2025.

“Berdasarkan data Pusiknas Bareskrim Polri mencatat 1.343 kasus sepanjang Januari hingga November 2025 dengan 7,66% usia dibawah 17 tahun. Ini harus menjadi evaluasi kebijakan yang berpihak kepada rakyat” jelasnya.

Red

Baca Juga:  Free event Jong Batak's Arts Festival ke 13 diselenggarakan Meriah di Taman Budaya Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jurnalis Mitra polri Asdi AS,SE Rayakan Ulang Tahun ke-60 di Kabupaten Sintang Bersama Rekan Rekan Media…
Ketua DPC LPM Pontianak Utara Tegaskan Soliditas Organisasi dan Kepedulian Sosial dalam Acara Syukuran PAC Siantan Tengah…
Tak Punya Hati..!! FR Masyarakat Lima Puluh Kota Cerita jadi Korban Pungli Sim di Satpas Sim Polres Lima Puluh
Habib, Akademisi, dan Pelapor! Datangi DPRD Kalbar, Desak Penegakan Hukum atas Dugaan Ajaran Menyimpang di Tengah Masyarakat!
Kapolresta Pontianak Dukung Pembinaan Atlet Perbakin, Targetkan Prestasi hingga Tingkat Nasional
Dian Puspitasari, S.H. Direktur LBH RaKeSia Soroti Polres Batang Pasca Gelar Perkara Khusus di Polda Jateng Terkait Kasus Penerimaan CPNS Kemenkumham RI.
Risiko Kebocoran Data Mengintai, Pengamat Desak Pemerintah Hentikan “Ritual” Fotokopi e-KTP di Pelayanan Publik!
Warga Semerangkai Soroti Sikap Kepala Desa dalam Sengketa Lahan dengan PT CUT!
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:42 WIB

Jurnalis Mitra polri Asdi AS,SE Rayakan Ulang Tahun ke-60 di Kabupaten Sintang Bersama Rekan Rekan Media…

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:05 WIB

Ketua DPC LPM Pontianak Utara Tegaskan Soliditas Organisasi dan Kepedulian Sosial dalam Acara Syukuran PAC Siantan Tengah…

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:38 WIB

Tak Punya Hati..!! FR Masyarakat Lima Puluh Kota Cerita jadi Korban Pungli Sim di Satpas Sim Polres Lima Puluh

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:46 WIB

Habib, Akademisi, dan Pelapor! Datangi DPRD Kalbar, Desak Penegakan Hukum atas Dugaan Ajaran Menyimpang di Tengah Masyarakat!

Senin, 11 Mei 2026 - 08:58 WIB

Kapolresta Pontianak Dukung Pembinaan Atlet Perbakin, Targetkan Prestasi hingga Tingkat Nasional

Berita Terbaru