Siak Kecil || Globalinformasi.com,Polemik pemberitaan terkait aktivitas illegal logging di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu memasuki babak baru, (24/11/2025).
Setelah ramai muncul dugaan keterlibatan oknum aparat berinisial S dari Kodim Siak, kini publik dikejutkan dengan beredarnya percakapan yang diduga melibatkan pimpinan media Inforiauterkini, Andi Rambe, dengan seorang mantan penasehat media bernama Miswan.
Percakapan itu menunjukkan adanya permintaan agar pemberitaan dihentikan, disertai bukti transaksi keuangan yang disebut-sebut mencapai Rp 5 juta. Dalam chat tersebut, nama Kodim Siak ikut disebut. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Kodim Siak mengenai apakah benar institusi tersebut mengetahui atau menyetujui penggunaan nama mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam percakapan yang beredar luas termasuk bukti transfer dana sosok yang diduga Andi Rambe terlihat meminta agar “berita diselesaikan” dan tidak muncul lagi. Istilah “menyelesaikan berita” menimbulkan pertanyaan besar:
Apakah ini bentuk intervensi terhadap karya jurnalistik? Dan mengapa nama Kodim Siak digunakan untuk melegitimasi permintaan tersebut?
Jika benar percakapan itu autentik, maka ini merupakan dugaan penggunaan institusi negara untuk kepentingan menghentikan pemberitaan, sebuah tindakan yang sangat bertentangan dengan kode etik pers maupun etika institusi TNI.
Redaksi telah menghubungi Dandim Siak pada tanggal 22/11/2025 sekira pukul 13:26 WIB untuk meminta klarifikasi, Namun hingga berita ini diterbitkan, Dandim Siak tidak memberikan tanggapan, alias bungkam. Sikap bungkam ini justru semakin memperkuat tanda tanya di publik: ada apa sebenarnya yang terjadi?
Sebelumnya, sejumlah narasumber lapangan menyebut adanya sosok oknum anggota Kodim Siak berinisial S yang diduga mengetahui atau terlibat dalam aktivitas pembalakan liar di kawasan Cagar Biosfer Siak Kecil. Namun, tanpa klarifikasi resmi dari pihak Kodim, isu ini terus menggantung dan memunculkan spekulasi liar.
Jika benar terdapat penggunaan nama institusi untuk menekan pemberitaan, maka hal itu justru memperkuat dugaan bahwa ada pihak yang ingin kasus ini tidak berkembang lebih jauh.
Sebagai pimpinan media, peran Andi Rambe kini menjadi sorotan utama. Dalam konteks etika pers, tindakan seperti dugaan permintaan menghentikan pemberitaan atau adanya transaksi yang berkaitan dengan produksi/penyensoran berita adalah pelanggaran serius yang wajib diluruskan agar publik tidak mendapat informasi yang dimanipulasi.
Cagar Biosfer Giam Siak Kecil adalah kawasan konservasi berstatus internasional. Aktivitas illegal logging di kawasan tersebut bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga merugikan negara dan masyarakat.
Karena itu, setiap dugaan keterlibatan pihak manapun terutama jika berkaitan dengan oknum aparat negara harus dibuka setransparan mungkin, bukan justru dihalangi atau “diselesaikan” melalui percakapan gelap.
Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada Andi Rambe melalui pesan WhatsApp pada tanggal 24/11/2025 sekira pukul 11:50 WIB. Namun hingga berita ini diterbitkan, nomor yang bersangkutan tidak aktif dan belum memberikan tanggapan.
Dengan beredarnya percakapan yang diduga melibatkan Andi Rambe, penggunaan nama Kodim Siak, serta bungkamnya pihak Kodim dalam merespons permintaan klarifikasi, kasus ini justru tampak semakin keruh.
Publik menunggu keberanian semua pihak untuk bersikap terbuka, karena hutan yang rusak, lingkungan yang dirampas, dan institusi negara yang dicatut bukan persoalan kecil.













