Nama Kodim Dicatut? Dugaan Komunikasi Penghentian Berita: Andi Rambe Disorot, Dandim Siak Bungkam Saat Dikonfirmasi

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siak Kecil || Globalinformasi.com,Polemik pemberitaan terkait aktivitas illegal logging di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu memasuki babak baru, (24/11/2025).

Setelah ramai muncul dugaan keterlibatan oknum aparat berinisial S dari Kodim Siak, kini publik dikejutkan dengan beredarnya percakapan yang diduga melibatkan pimpinan media Inforiauterkini, Andi Rambe, dengan seorang mantan penasehat media bernama Miswan.

Percakapan itu menunjukkan adanya permintaan agar pemberitaan dihentikan, disertai bukti transaksi keuangan yang disebut-sebut mencapai Rp 5 juta. Dalam chat tersebut, nama Kodim Siak ikut disebut. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Kodim Siak mengenai apakah benar institusi tersebut mengetahui atau menyetujui penggunaan nama mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

Dalam percakapan yang beredar luas termasuk bukti transfer dana sosok yang diduga Andi Rambe terlihat meminta agar “berita diselesaikan” dan tidak muncul lagi. Istilah “menyelesaikan berita” menimbulkan pertanyaan besar:

Apakah ini bentuk intervensi terhadap karya jurnalistik? Dan mengapa nama Kodim Siak digunakan untuk melegitimasi permintaan tersebut?

 

Jika benar percakapan itu autentik, maka ini merupakan dugaan penggunaan institusi negara untuk kepentingan menghentikan pemberitaan, sebuah tindakan yang sangat bertentangan dengan kode etik pers maupun etika institusi TNI.

 

Redaksi telah menghubungi Dandim Siak pada tanggal 22/11/2025 sekira pukul 13:26 WIB untuk meminta klarifikasi, Namun hingga berita ini diterbitkan, Dandim Siak tidak memberikan tanggapan, alias bungkam.  Sikap bungkam ini justru semakin memperkuat tanda tanya di publik: ada apa sebenarnya yang terjadi?

 

Sebelumnya, sejumlah narasumber lapangan menyebut adanya sosok oknum anggota Kodim Siak berinisial S yang diduga mengetahui atau terlibat dalam aktivitas pembalakan liar di kawasan Cagar Biosfer Siak Kecil. Namun, tanpa klarifikasi resmi dari pihak Kodim, isu ini terus menggantung dan memunculkan spekulasi liar.

Baca Juga:  Lintas ormas melayu (lom) Soroti Kelangkaan BBM Subsidi di Kalbar, Desak Pemerintah Segera Ambil Langkah Konkret Jelang Idul Fitri 1447 H!

 

Jika benar terdapat penggunaan nama institusi untuk menekan pemberitaan, maka hal itu justru memperkuat dugaan bahwa ada pihak yang ingin kasus ini tidak berkembang lebih jauh.

 

Sebagai pimpinan media, peran Andi Rambe kini menjadi sorotan utama. Dalam konteks etika pers, tindakan seperti dugaan permintaan menghentikan pemberitaan atau adanya transaksi yang berkaitan dengan produksi/penyensoran berita adalah pelanggaran serius yang wajib diluruskan agar publik tidak mendapat informasi yang dimanipulasi.

 

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil adalah kawasan konservasi berstatus internasional. Aktivitas illegal logging di kawasan tersebut bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga merugikan negara dan masyarakat.

 

Karena itu, setiap dugaan keterlibatan pihak manapun terutama jika berkaitan dengan oknum aparat negara harus dibuka setransparan mungkin, bukan justru dihalangi atau “diselesaikan” melalui percakapan gelap.

 

Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada Andi Rambe melalui pesan WhatsApp pada tanggal 24/11/2025 sekira pukul 11:50 WIB. Namun hingga berita ini diterbitkan, nomor yang bersangkutan tidak aktif dan belum memberikan tanggapan.

 

Dengan beredarnya percakapan yang diduga melibatkan Andi Rambe, penggunaan nama Kodim Siak, serta bungkamnya pihak Kodim dalam merespons permintaan klarifikasi, kasus ini justru tampak semakin keruh.

 

Publik menunggu keberanian semua pihak untuk bersikap terbuka, karena hutan yang rusak, lingkungan yang dirampas, dan institusi negara yang dicatut bukan persoalan kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lokalisasi Perjudian Aseng Kayu Semakin Menyala di Jalan Tengku Fahrudin Lubuk Pakam, Diduga Dapat Sokongan Kapolda Sumut dan Kapolres Deli Serdang
Polres Sekadau Ungkap Kasus Pemerkosaan Anak, Ayah Kandung Jadi Tersangka
LBH RaKeSia Hadirkan DR. Azmi Syahputra, S.H., M.H., Ahli Hukum Pidana Dalam Gelar Perkara Khusus Kasus Penerimanaan CPNS Kemenkumham RI di Polda Jateng
HALAL BIHALAL DAN MILAD KE-1 DPC LPM SUNGAI KAKAP BERLANGSUNG MERIAH DI PANGGUNG RAKYAT
Harga Minyak Dunia Turun, BBM Non-Subsidi Naik: Posisi Negara Dipertanyakan Atas Kegelisahan Rakyat
Keluarga dan Kuasa Hukum Desak Kapolresta: Pelaku Pengeroyokan Apriansyah Harus Segera Ditangkap!
Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi dalam Kasus Kekerasan, Ketua Lidik Krimsus Kalbar Angkat Bicara!
Insiden Katulistiwa Plaza Disorot, Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Jadi Ancaman Rule of Law!
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 03:22 WIB

Lokalisasi Perjudian Aseng Kayu Semakin Menyala di Jalan Tengku Fahrudin Lubuk Pakam, Diduga Dapat Sokongan Kapolda Sumut dan Kapolres Deli Serdang

Selasa, 21 April 2026 - 22:31 WIB

Polres Sekadau Ungkap Kasus Pemerkosaan Anak, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Selasa, 21 April 2026 - 04:05 WIB

LBH RaKeSia Hadirkan DR. Azmi Syahputra, S.H., M.H., Ahli Hukum Pidana Dalam Gelar Perkara Khusus Kasus Penerimanaan CPNS Kemenkumham RI di Polda Jateng

Selasa, 21 April 2026 - 02:46 WIB

HALAL BIHALAL DAN MILAD KE-1 DPC LPM SUNGAI KAKAP BERLANGSUNG MERIAH DI PANGGUNG RAKYAT

Minggu, 19 April 2026 - 09:34 WIB

Keluarga dan Kuasa Hukum Desak Kapolresta: Pelaku Pengeroyokan Apriansyah Harus Segera Ditangkap!

Berita Terbaru