Mabes Polri Diminta Bongkar Jaringan Rokok Helium di Kalimantan Barat!

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 23:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PONTIANAK, KALBAR – Peredaran rokok ilegal merek Helium di wilayah Kalimantan Barat kian menjadi sorotan publik. Meski aparat penegak hukum dikabarkan intens melakukan penindakan terhadap barang selundupan, produk tanpa pita cukai tersebut justru dinilai semakin mudah ditemukan di berbagai lapisan pasar, mulai dari kios kecil hingga pedagang kaki lima.( Selasa-5- Mei 2026).

Fenomena ini memicu kekhawatiran masyarakat sekaligus menimbulkan tanda tanya besar terhadap efektivitas pengawasan lintas batas dan distribusi barang kena cukai di daerah perbatasan. Sejumlah kalangan bahkan mendesak agar tim dari Mabes Polri turun langsung melakukan investigasi menyeluruh.

Salah satu Koordinator lembaga masyarakat, Patih, mengungkapkan keheranannya atas masifnya peredaran rokok tersebut. Ia menilai, produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan cukai itu mampu menembus hampir seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
“Peredaran rokok Helium ini sangat masif. Hampir di setiap daerah bisa ditemukan dengan mudah. Ini tentu menjadi pertanyaan besar, bagaimana barang seperti ini bisa lolos dan bahkan berkembang pesat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Patih, kondisi tersebut menjadi pukulan serius bagi kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang memiliki mandat sebagai pengawas lalu lintas barang, khususnya di pintu-pintu masuk strategis seperti pelabuhan dan wilayah perbatasan. Ia menyinggung pentingnya penguatan pengawasan di kawasan seperti Pelabuhan Dwikora Pontianak yang selama ini menjadi salah satu jalur distribusi utama.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa keberhasilan rokok ilegal tersebut menembus pasar menunjukkan adanya celah serius dalam sistem pengawasan yang perlu segera dibenahi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan integritas aparat di lapangan dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Baca Juga:  Satresnarkoba Polres Musi Rawas Borgol Warga Tugumulyo, Simpan Dua Bungkus Sabu di Atas Kulkas

“Ketika barang ilegal seperti ini bisa masuk dan beredar luas, harusnya ada evaluasi besar. Pengawasan tidak cukup hanya di atas kertas, tetapi harus nyata dirasakan di lapangan,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti adanya paradoks antara pemberitaan penindakan besar-besaran dengan kondisi riil di masyarakat. Menurutnya, meskipun kerap dirilis adanya penyitaan dalam jumlah besar, produk serupa tetap beredar bebas di pasaran.

“Di media kita lihat ada razia besar dan penangkapan dalam jumlah fantastis. Tapi di warung, toko kecil, bahkan pedagang pinggir jalan, rokok ilegal ini masih sangat mudah ditemukan. Ini menunjukkan penindakan belum menyentuh akar distribusi,” tambahnya.

Desakan agar Mabes Polri turun tangan bukan tanpa alasan. Masyarakat menilai diperlukan langkah penegakan hukum yang lebih sistematis, termasuk pengungkapan jaringan distribusi hingga ke aktor utama di balik peredaran rokok ilegal tersebut.

Selain merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, peredaran rokok ilegal juga dinilai berpotensi merusak tatanan ekonomi yang sehat serta menciptakan persaingan usaha tidak adil di sektor perdagangan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bea dan Cukai maupun aparat kepolisian terkait langkah lanjutan dalam menangani maraknya peredaran rokok ilegal merek Helium di Kalimantan Barat.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MUSPROV VII Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia KALIMANTAN BARAT 2026: MOMENTUM PENENTU—MELAHIRKAN KEPEMIMPINAN ATAU MENGUKUHKAN STAGNASI
Rokok Helium Semakin Banjir : Tim Mabes Polri Perlu Turun Tangan
Hardiknas 2026, Ketum IWO Indonesia Ajak Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Biehoi dan Halim Hilmy dalam Sorotan Publik Terkait Isu Transparansi Dana Deposito dan Kepatuhan Pajak
Anggota Ormas HBB Dianiaya, Pelaku Tak Kunjung Ditangkap Meskipun Sudah Menjadi Tersangka, Konsistensi Polsek Medan Kota Dipertanyakan?
Jalan Menukung–Nanga Siyai Makin Hancur: Warga Geram, Janji Perbaikan Tinggal Debu
Diduga Gunakan Jalur Tak Resmi, Penyaluran BBM di APMS 67.787.01 Mentebah Tuai Sorotan!?
Lagi-Lagi Korban Jalan Rusak: Truk Sawit Tumbang di Jalur Buluh Merindu–Apin, Pemerintah Jangan Terus Sibuk Menebar Janji
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:53 WIB

MUSPROV VII Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia KALIMANTAN BARAT 2026: MOMENTUM PENENTU—MELAHIRKAN KEPEMIMPINAN ATAU MENGUKUHKAN STAGNASI

Senin, 4 Mei 2026 - 23:08 WIB

Mabes Polri Diminta Bongkar Jaringan Rokok Helium di Kalimantan Barat!

Senin, 4 Mei 2026 - 10:06 WIB

Rokok Helium Semakin Banjir : Tim Mabes Polri Perlu Turun Tangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:53 WIB

Hardiknas 2026, Ketum IWO Indonesia Ajak Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:04 WIB

Anggota Ormas HBB Dianiaya, Pelaku Tak Kunjung Ditangkap Meskipun Sudah Menjadi Tersangka, Konsistensi Polsek Medan Kota Dipertanyakan?

Berita Terbaru

Uncategorized

Rokok Helium Semakin Banjir : Tim Mabes Polri Perlu Turun Tangan

Senin, 4 Mei 2026 - 10:06 WIB