Anggota DPR RI, H SN Prana Putra Sohe Kunjungan ke Ponpes Al Haadi Kota Lubuk Linggau – Apresiasi Kemandirian Pangan Santri

- Penulis

Senin, 11 November 2024 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalinformasi.com||LUBUK LINGGAU — Anggota DPR/MPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H SN Prana Putra Sohe, Senin 11 November 2024 mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Haadi yang berlokasi di Kota Lubuklinggau.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka melihat langsung pembangunan asrama putri yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Lubuk Linggau.

Saat kunjungan, Prana Putra Sohe didampingi oleh pengurus Ponpes Al Haadi, memantau berbagai aspek pendidikan serta kegiatan sehari-hari di lingkungan pesantren.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah upaya Ponpes Al Haadi dalam mendukung ketahanan pangan melalui budidaya pepaya jenis calina dan madu kelulut.

Inisiatif ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan para santri, tetapi juga membentuk kemandirian pangan yang berkelanjutan.

Menurut Prana Putra Sohe, upaya ini merupakan bentuk nyata dari kontribusi Ponpes Al Haadi dalam meningkatkan kualitas hidup santri.

Dengan adanya ketahanan pangan yang terjaga, para santri tidak hanya sehat secara jasmani tetapi juga rohani, yang berdampak positif pada proses belajar mengajar.

“Ini adalah contoh konkret kemandirian pangan yang mampu mendukung kegiatan pendidikan secara optimal,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan apresiasinya kepada para pengurus Ponpes yang telah berinisiatif menciptakan lingkungan pesantren mandiri dan sehat.

Baca Juga:  Astaga..!! Gila..!! Media yang menerbitkan Judi Togel di Wilayah Semarang Utara menghapus berita liputan Judi Togel karena menerima uang

Menurutnya, Ponpes Al Haadi telah memberi teladan bagi pesantren-pesantren lain untuk memanfaatkan potensi lokal dalam mendukung kebutuhan santri sehari-hari.

Budidaya pepaya calina dan madu kelulut merupakan contoh nyata bagaimana kemandirian pangan bisa diintegrasikan dalam kehidupan pesantren.

Dengan adanya upaya ini, Ponpes Al Haadi tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga memberikan peluang kepada para santri untuk belajar tentang pentingnya ketahanan pangan. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Kegiatan budidaya ini juga memberikan nilai edukatif bagi para santri, memperkenalkan mereka pada dunia agribisnis sejak dini. Dengan demikian, para santri tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga keterampilan yang dapat bermanfaat untuk masa depan mereka.

Kunjungan ini menunjukkan komitmen H SN Prana Putra Sohe sebagai anggota DPR/MPR RI untuk mendukung pendidikan berkualitas serta mendorong ketahanan pangan di berbagai lembaga pendidikan, khususnya di Ponpes Al Haadi Kota Lubuk Linggau.

Diharapkan, langkah ini dapat memotivasi Ponpes lain untuk mengadopsi pola serupa dalam mendukung kebutuhan santri dan mendorong kemandirian pangan di lingkungan pesantren.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Ponpes Al Haadi dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya di Sumatera Selatan dan Indonesia pada umumnya. *(Ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengamat : Retret ASN Kalbar Dinilai Investasi Strategis, Kritik Publik Tetap Diperlukan dalam Kerangka Demokrasi!
Skandal PLTU Kalbar Meledak: Halim Kalla Jadi Tersangka, Kerugian Negara Tembus Rp 1,35 Triliun
Penguatan Pimpinan OPD Lewat Retreat, Langkah Strategis Tingkatkan Kepuasan Masyarakat!
Viral! Dian Puspitasari, S.H., Direktur LBH RaKeSia: Penyidik Unit III Satreskrim Polres Batang Wajib Mengungkap Peran Aktif CW, WC dan EDC Terkait Kasus Penerimaan CPNS Kemenkumham RI.
Penguatan tebing sungai itik jadi sorotan,LPM Tegas Kawal Proyek Bernilai Rp.14,8 Milyar
DPC APRI Sanggau Buka Fakta Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC
Diduga Abaikan Keterbukaan Informasi, Proyek Turap di Sungai Kakap Jadi Sorotan Publik
Wujudkan Mimpi Warga, Dandim 1206/Psb Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 11:37 WIB

Pengamat : Retret ASN Kalbar Dinilai Investasi Strategis, Kritik Publik Tetap Diperlukan dalam Kerangka Demokrasi!

Sabtu, 11 April 2026 - 11:32 WIB

Skandal PLTU Kalbar Meledak: Halim Kalla Jadi Tersangka, Kerugian Negara Tembus Rp 1,35 Triliun

Kamis, 9 April 2026 - 15:35 WIB

Viral! Dian Puspitasari, S.H., Direktur LBH RaKeSia: Penyidik Unit III Satreskrim Polres Batang Wajib Mengungkap Peran Aktif CW, WC dan EDC Terkait Kasus Penerimaan CPNS Kemenkumham RI.

Kamis, 9 April 2026 - 09:19 WIB

Penguatan tebing sungai itik jadi sorotan,LPM Tegas Kawal Proyek Bernilai Rp.14,8 Milyar

Rabu, 8 April 2026 - 14:27 WIB

DPC APRI Sanggau Buka Fakta Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC

Berita Terbaru