Diduga Masuk Tangki Bahan Kimia, Dua Orang Karyawan PT CP Prima Meninggal

- Penulis

Senin, 10 Juni 2024 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN -Globalinformasi.com,Dua orang karyawan PT.Central Protein Prima (CP Prima)yang beralamat di Jalan Timbangan Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara meninggal dunia diduga masuk ke dalam tangki yang berisikan bahan kimia.

 

Menurut informasi dari keluarga korban, kejadian terjadi pada hari Senin, 10 Juni 2024, Sekira pukul 11:00 Wib.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Jam setengah 12 lewat kawannya datang, saya disuruh kerumah sakit,” ucap istri korban, Sri Anggraini.

 

Ketika korban, Firman Indra Kesuma (40) dibawa ke rumah duka, bau tidak sedap keluar dari tubuhnya yang membuat para warga yang melihat merasa kebauan dan terlihat keluar air dari telinga dan hidung korban. Sedangkan korban satunya lagi bernama Riski warga Jalan Batangkuis.

 

“Keluar terus dari kupingnya air, bau kali pun, dari hidungnya keluar juga. Baunya seperti ikan busuk,” ucap salah satu warga saat takziah ke rumah duka yang berada di Jalan Pasar IV, Marendal ll, Kecamatan Patumbak.

Baca Juga:  Di Bulan Suci Ramadhan Oknum Polisi Di Satpas Polres Samosir Bripda SS Nyambi Jualan SIM C" Dibandrol Empat Ratus Limah Puluh Ribu Rupiah Tanpa Ada Ujian Praktek dan Teori

 

Saat dikonfirmasi ke PT. CV Prima, seorang pria yang mengaku pimpinan di perusahaan tersebut mengatakan tidak ada yang bisa dijumpai, namun beliau membenarkan adanya karyawan yang meninggal.

 

“Yang jelas ini kelalaian lah dari karyawan, kita SOP nya kan jelas, cuma dia lalai,” sebut pria yang juga mengaku sebagai bendahara salah satu ormas.

 

Pihak perusahan menyebutkan bahwa korban meninggal pada saat berada di rumah sakit.

 

“Kalau meninggalnya setelah dibawa ke rumah sakit,” sambung pria yang terakhir diketahui bernama Sujadi.

 

Terlihat dilokasi aktivitas pabrik masih tetap berjalan dan tidak terlihat garis polisi dari tempat kejadian perkara.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengamat : Retret ASN Kalbar Dinilai Investasi Strategis, Kritik Publik Tetap Diperlukan dalam Kerangka Demokrasi!
Skandal PLTU Kalbar Meledak: Halim Kalla Jadi Tersangka, Kerugian Negara Tembus Rp 1,35 Triliun
Penguatan Pimpinan OPD Lewat Retreat, Langkah Strategis Tingkatkan Kepuasan Masyarakat!
Viral! Dian Puspitasari, S.H., Direktur LBH RaKeSia: Penyidik Unit III Satreskrim Polres Batang Wajib Mengungkap Peran Aktif CW, WC dan EDC Terkait Kasus Penerimaan CPNS Kemenkumham RI.
Penguatan tebing sungai itik jadi sorotan,LPM Tegas Kawal Proyek Bernilai Rp.14,8 Milyar
DPC APRI Sanggau Buka Fakta Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC
Diduga Abaikan Keterbukaan Informasi, Proyek Turap di Sungai Kakap Jadi Sorotan Publik
Wujudkan Mimpi Warga, Dandim 1206/Psb Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 11:37 WIB

Pengamat : Retret ASN Kalbar Dinilai Investasi Strategis, Kritik Publik Tetap Diperlukan dalam Kerangka Demokrasi!

Sabtu, 11 April 2026 - 11:32 WIB

Skandal PLTU Kalbar Meledak: Halim Kalla Jadi Tersangka, Kerugian Negara Tembus Rp 1,35 Triliun

Kamis, 9 April 2026 - 15:35 WIB

Viral! Dian Puspitasari, S.H., Direktur LBH RaKeSia: Penyidik Unit III Satreskrim Polres Batang Wajib Mengungkap Peran Aktif CW, WC dan EDC Terkait Kasus Penerimaan CPNS Kemenkumham RI.

Kamis, 9 April 2026 - 09:19 WIB

Penguatan tebing sungai itik jadi sorotan,LPM Tegas Kawal Proyek Bernilai Rp.14,8 Milyar

Rabu, 8 April 2026 - 14:27 WIB

DPC APRI Sanggau Buka Fakta Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC

Berita Terbaru