Dituntut Rp50 Juta, Sopir Kerupuk Dapat Solidaritas Mahasiswa dan Warga Lubuklinggau

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalinformasi.com||Lubuklinggau – Tuntutan ganti rugi Rp50 juta terhadap sopir mobil pengangkut kerupuk, Meo Tri Susanto, memicu gelombang solidaritas mahasiswa dan masyarakat Kota Lubuklinggau. Pada Jumat (16/1/2026), aksi penggalangan dana digelar di Simpang RCA sebagai bentuk protes moral atas tuntutan yang dinilai tidak berkeadilan.

Aksi tersebut muncul setelah mobil yang dikemudikan Meo Tri Susanto menyenggol dan merobohkan gapura Kenanga II. Meski sejak awal menyatakan kesediaan memperbaiki gapura hingga kembali seperti semula, persoalan justru berkembang dengan munculnya tuntutan ganti rugi bernilai puluhan juta rupiah, yang disampaikan oleh pihak tukang yang diduga mewakili Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Kuasa hukum Meo Tri Susanto, Abdul Aziz, S.H., menegaskan kliennya tidak pernah menghindari tanggung jawab. Namun, menurutnya, tuntutan ganti rugi tersebut tidak disertai dasar hukum maupun perhitungan teknis yang transparan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan soal menolak tanggung jawab, tapi soal keadilan. Klien kami siap memperbaiki gapura, bukan dibebani angka fantastis tanpa kejelasan,” tegas Abdul Aziz.

Ia menilai, pendekatan sepihak semacam ini berpotensi menekan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari kendaraan kerja, dan seharusnya diselesaikan melalui musyawarah dan mekanisme hukum yang benar.

Baca Juga:  Polres Musi Rawas Bersama Stakeholders Lainnya Tetap Siaga Di Pos Pam Natal Dan Tahun Baru 2025

Dalam aksi solidaritas itu, mahasiswa dan warga membawa poster kritik dan spanduk kemanusiaan, sambil menggalang donasi dari pengguna jalan. Respons masyarakat cukup tinggi, menandakan penolakan publik terhadap praktik penagihan yang dinilai tidak proporsional.

Koordinator aksi, Yogi, menyebut penggalangan dana ini bukan semata bantuan finansial, melainkan sikap perlawanan sosial terhadap ketimpangan.
“Kami melihat sopir kecil diposisikan seolah pelaku besar. Padahal ia sudah siap bertanggung jawab. Ini yang kami lawan,” ujarnya.

Sementara itu, Meo Tri Susanto mengaku terharu atas dukungan yang diterimanya. Ia kembali menegaskan kesiapannya memperbaiki gapura yang rusak.

Aksi berlangsung tertib dan kondusif. Dana yang terkumpul akan diserahkan langsung kepada Meo Tri Susanto untuk menopang kebutuhan keluarga serta menghadapi dampak ekonomi akibat persoalan tersebut.

Kasus ini menyoroti ketimpangan relasi kuasa dalam penyelesaian persoalan kerusakan fasilitas umum, sekaligus menjadi pengingat bahwa keadilan tidak semestinya berhenti pada angka tuntutan, melainkan berpijak pada akal sehat dan kemanusiaan. (Ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seorang PNS Di Medan, Curhat Sudah 7 Bulan Kasus Ibu Tiri Yang Aniaya Anaknya Diduga Mangkrak di Meja Penyidik
Feri Isrop Jadi Harapan Baru Warga untuk Pembenahan PDAM Tirta Bukit Sulap
Dugaan Pelanggaran Pemasangan Tiang Listrik PLN di Atas Tanah Warga, Masyarakat Berhak Menuntut Kompensasi
Buat Warga Muslim dan Non-Muslim, Daging Sapi Jumbo Kurban Ormas HBB Dibagi Rata
Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H Terseret Isu Setoran Mafia Minyak
Gelar Silaturahmi, Lamsiang Sitompul Perkuat Sinergi dan Paparkan Sejarah Berdirinya Horas Bangso Batak
Ketua LMND Sumut Soroti Dugaan Pungli di Samsat Jalan Sekip: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Praktik Percaloan
Komunitas Women’s International Club (WIC) Semarang Adakan Pengabdian Masyarakat di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Semarang
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:42 WIB

Seorang PNS Di Medan, Curhat Sudah 7 Bulan Kasus Ibu Tiri Yang Aniaya Anaknya Diduga Mangkrak di Meja Penyidik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:30 WIB

Feri Isrop Jadi Harapan Baru Warga untuk Pembenahan PDAM Tirta Bukit Sulap

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:01 WIB

Dugaan Pelanggaran Pemasangan Tiang Listrik PLN di Atas Tanah Warga, Masyarakat Berhak Menuntut Kompensasi

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:32 WIB

Buat Warga Muslim dan Non-Muslim, Daging Sapi Jumbo Kurban Ormas HBB Dibagi Rata

Selasa, 26 Mei 2026 - 05:30 WIB

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H Terseret Isu Setoran Mafia Minyak

Berita Terbaru

Uncategorized

Tragedi di RT 08 Desa Sukabangun Jangan Berakhir Menjadi Misteri

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:53 WIB