Lagi-Lagi Korban Jalan Rusak: Truk Sawit Tumbang di Jalur Buluh Merindu–Apin, Pemerintah Jangan Terus Sibuk Menebar Janji

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Sintang | KALBAR, 30 April 2026.–Sintang kembali dipertontonkan wajah pahit Pembangunan yang timpang. Sebuah kendaraan pengangkut hasil kebun dilaporkan terguling akibat kondisi jalan rusak parah di ruas Jalan Buluh Merindu–Apin, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Jalan berlumpur, berlubang dalam, licin, dan nyaris tak layak dilintasi itu kembali memakan korban.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa kerusakan Infrastruktur bukan lagi sekadar keluhan Warga, melainkan ancaman langsung terhadap keselamatan Masyarakat dan roda ekonomi desa. Dalam foto yang beredar luas di media sosial, kendaraan tampak terbalik di tengah kubangan jalan tanah, sementara muatan sawit berserakan di badan jalan. Pemandangan ini bukan hanya memalukan, tapi juga menampar keras pihak-pihak yang selama ini gemar menjual janji.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, hingga saat ini belum terlihat langkah serius dari Pemerintah Kabupaten Sintang maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menangani ruas jalan tersebut secara tuntas. Bertahun-tahun Masyarakat menunggu, namun yang datang hanya retorika, kunjungan seremonial, dan janji Politik musiman.

Menurut dari informasi Warga dari Kecamatan Dedai yang berinisial (YLK), yang mengunggah kondisi tersebut di Platform Media Sosial Facebook, menyuarakan kekecewaan mendalam sebagai pengguna jalan yang setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan demi beraktivitas. Keluhan itu mewakili suara banyak Masyarakat pedalaman yang merasa dianaktirikan dan dibiarkan terisolasi.

Baca Juga:  Rodi Wijaya Dan Imam Senen Adakan Kegiatan Olahraga Berlari, Senam Sehat, Donor Darah 

“Kalau musim panas berdebu, kalau hujan jadi kubangan maut. Mau sampai kapan kami begini?” keluh warga dalam berbagai komentar yang bermunculan.

Sorotan tajam juga layak diarahkan kepada para Wakil Rakyat, baik di tingkat Kabupaten, Provinsi, hingga Pusat. Saat kampanye, jalan rusak selalu jadi bahan Pidato Kampanye. Namun setelah kursi diraih, Rakyat kembali dibiarkan berjibaku sendiri dengan lumpur dan kerusakan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka Pemerintah patut dianggap gagal memenuhi kebutuhan dasar Masyarakat. Infrastruktur jalan bukan hadiah Politik, melainkan hak Rakyat. Jalan rusak berarti distribusi terhambat, harga kebutuhan naik, hasil kebun merugi, anak sekolah terlambat, hingga nyawa jadi taruhan.

Kabupaten Sintang tidak kekurangan Pejabat. Yang kurang adalah keberanian bertindak dan keseriusan menepati janji.

Masyarakat Buluh Merindu, Apin, dan wilayah sekitar tidak butuh baliho ucapan selamat, tidak butuh pencitraan, tidak butuh pidato basa-basi. Mereka butuh jalan yang layak.

Sebab jika Pemerintah terus diam, maka lumpur di jalan itu akan menjadi simbol paling telanjang dari gagalnya kepemimpinan.

Jika ada Pihak yang merasa dirugikan oleh Pemberitaan ini dan ingin memberikan klarifikasi atau hak jawab, Media dengan senang hati akan merespon dan menindaklanjuti.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Gunakan Jalur Tak Resmi, Penyaluran BBM di APMS 67.787.01 Mentebah Tuai Sorotan!?
SURAT PERNYATAAN BERSAMA: TUNTUTAN MUNDUR BAGI KOMBES NUNUK SETIYOWATI DIR PPA PPO POLDA JAWA TENGAH
Bunda Jeny Claudya Lumowa Sampaikan Teguran Keras: Kecewa Sikap Kurang Humanis, Minta Kombes Nunuk Rangkul dan Duduk Bersama
Satu Suara LRC-KJHAM dan LBH RaKeSia: Soroti Kehadiran Dir PPA PPO Polda Jateng Yang Lebih Maskulin
Belum Genap 1 Bulan, Kejati Kalbar Kembali Selamatkan Rp. 55 Miliar, Total Pemulihan Tembus Rp.170 Miliar dari Skandal Bauksit
Program Padat Karya : Data Dicatat Realisasi Nol, BPJN Kalbar Wajib Bicara
Peluncuran Buku “Kita Belum Dewasa”, Adhi Black Ajak Masyarakat Kalbar Sukseskan Momentum Refleksi Diri
Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta. Azmi Syahputra: Tidak Ada Impunitas Bagi Pelaku dan Tidak Boleh Ada Kompromi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:26 WIB

Diduga Gunakan Jalur Tak Resmi, Penyaluran BBM di APMS 67.787.01 Mentebah Tuai Sorotan!?

Kamis, 30 April 2026 - 09:54 WIB

Lagi-Lagi Korban Jalan Rusak: Truk Sawit Tumbang di Jalur Buluh Merindu–Apin, Pemerintah Jangan Terus Sibuk Menebar Janji

Kamis, 30 April 2026 - 03:37 WIB

SURAT PERNYATAAN BERSAMA: TUNTUTAN MUNDUR BAGI KOMBES NUNUK SETIYOWATI DIR PPA PPO POLDA JAWA TENGAH

Rabu, 29 April 2026 - 23:48 WIB

Bunda Jeny Claudya Lumowa Sampaikan Teguran Keras: Kecewa Sikap Kurang Humanis, Minta Kombes Nunuk Rangkul dan Duduk Bersama

Rabu, 29 April 2026 - 23:39 WIB

Satu Suara LRC-KJHAM dan LBH RaKeSia: Soroti Kehadiran Dir PPA PPO Polda Jateng Yang Lebih Maskulin

Berita Terbaru