GLOBALINFORMASI.COM|| Pekanbaru (20/5/2025). Diduga petinggi Ditlantas Polda Riau menjalin kerjasama dengan pengusaha berdarah China asal Medan menjalankan program fiktif berkedok keselamatan berlalu lintas.
Program ini melibatkan pihak dealer dan showroom yang tersebar di Provinsi Riau. Pihak dealer dan showroom adalah sebagai pelaksana dan pihak yang menyerahkan voucher tersebut kepada konsumen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam hal sosialisasi program satu pembeli satu pelatihan telah disepakati oleh pihak dealer, pihak ISDC dan perwakilan Ditlantas Polda Riau bahwa setiap pembeli kendaraan wajib diberikan voucher.
Pendistribusian voucher di Riau berjalan sejak tahun 2014 dan tak tanggung-tanggung, grand opening program tersebut dilakukan langsung oleh Kapolda Riau.
Berdasarkan mekanisme alur pendistribusian voucher di Pekanbaru dapat diketahui bahwa:
“Team voucher ISDC – Biro jasa Samsat – Dealer – konsumen”.
Sangat terstruktur, sistematis dan masif. Dimana sudah 11 tahun program ini berjalan di Riau tanpa diketahui oleh publik. Program ini di duga meraup keuntungan fantastis yang terindikasi merampas hak masyarakat (konsumen) bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah setiap harinya.
Setiap hari mengutip uang voucher yang bersumber dari konsumen dealer dan showroom namun kegiatan pendidikan keselamatan berlalu lintas justru tidak tampak sama sekali alias fiktif.
Setiap hari admin voucher ISDC mendatangi ruangan khusus di Samsat Kota Pekanbaru yg terletak dijalan gajah madha untuk menemui perwakilan biro Samsat atas nama Ediges.
Ediges berperan sebagai biro yang mengumpulkan uang dari voucher yg telah didata dan hasil yg terkumpul langsung di bagi dua dan hasil pembagian tersebut separuhnya langsung diserahkan kepada admin voucher ISDC tiap harinya.
Dhea Monica Yahya adalah admin voucher bersama dengan admin reguler dan juga mantan admin voucher ISDC atas nama Nina Hermila mengambil uang voucher ke ruangan Ediges di Samsat Kota Pekanbaru dan menyetorkan uang voucher tersebut ke rekening utama ISDC dengan nomor: 823067**** atas nama PT. JSDC Sukses Makmur Sentosa.
Dapat diketahui bahwa admin voucher sebelum nya atas nama Bestia Roza yang di gadang-gadang sebagai orang kepercayaan owner di pecat karna diduga memainkan uang voucher tersebut:
“Pak Jimmy dapat laporan dari Capella katanya berbayar untuk plat umum. Sedangkan selama ini plat umum tidak pernah bayar, tidak pernah di kasi voucher. Intinya plat umum taunya cuma sitinjak daftar nya ke sitinjak polisi samsat”, ucap Bestia Roza.
Dikonfirmasi awak media ke pihak dealer mengatakan bahwa dealer tidak pernah jual voucher, tapi hanya menyerahkan ke konsumen:
“kami pihak dealer tidak pernah menjualnya ke konsumen, kami hanya menyerahkan saja. Untuk lebih lanjut langsung ke samsat saja”.
Di konfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp kepada Kasubdit Regident Ditlantas Polda Riau:
“Terimakasih atas info tersebut, akan saya tindaklanjuti”. Jawab Kasubdit Regident.
Diwaktu terpisah awak media dihubungi oleh seseorang yang mengaku atas nama Sitinjak. Dalam komunikasinya Sitinjak justru menyalahkan pihak dealer atas pemberian faktur plat umum tersebut, namun sitinjak membenarkan adanya kesepakatan antara pihak dealer, ISDC dan Ditlantas Polda Riau.
Saat awak media mempertanyakan terkait kebenaran plat selain plat umum berbayar dan diberikan wujud voucher, Sitinjak tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut dan mengatakan akan minta konfirmasi langsung ke “Jimmy”.
Bestia Roza mantan Admin Voucher ISDC mengatakan plat umum tidak berbayar dan tidak diberikan voucher, lantas bagaimana dengan plat selain plat umum?
Apakah benar berbayar dan diberikan voucher?
Sitinjak mengatakan akan minta konfirmasi langsung ke “JIMMY”, Siapakah Jimmy?
Siapa sosok Jimmy yg disebutkan? Dan apa hubungannya Jimmy dengan Voucher ISDC?
Bersambung***













