Proyek Jalan Bernilai Milyaran Rupiah Di Ketapang Terancam Mangkrak, Kontraktor Cuma Modal Nekad

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketapang Terancam mangkrak, pengerjaan proyek jalan di Ketapang Kalimantan Barat yakni paket Pekerjaan Jalan Pelang – Kepuluk senilai milyaran diduga bakal bermasalah. Proses pengerjaan dinilai sangat lambat hingga sudah beberapa kali mengalami addendum (perubahan kontrak), hal ini merupakan masalah serius. Kondisi ini menandakan adanya perencanaan yang buruk, masalah dilapangan, atau potensi tindak pidana korupsi.
Hasil pantauan terakhir tim media di lapangan (02/26) proyek yang dikerjakan oleh CV. Dea Pertiwi dengan pagu dana Rp. 13.258.800.000,- bersumber dari dana DAU Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Ketapang dinilai sangat lamban pasalnya proyek tersebut dianggarakan pada tahun 2025 namun hingga tahun 2026 belum selesai pengerjaannya dan sudah dua kali perpanjangan kontrak (addendum).
Status Kontrak proyek ini diduga sedang Kritis karena progres yang berjalan masih rendah, sementara masa kontrak akan segera berakhir. Belum dapat diketahui apa kendala yang dialami oleh pihak Pelaksana.
Jalaluddin selaku Pengawas pada proyek ini, memberikan penjelasan saat Tim Media melakukan konfirmasi dilapangan, menurutnya proyek ini dimulai sejak Juli 2025 setelah beberapa kali alami addendum maka proyek ini akan berakhir pada 22 Februari 2026.
Belum mendapat keterangan yang pasti, tim mencoba menghubungi kontraktor pelaksana Haji YK untuk dimintai tanggapan terkait dengan peramasalahan ini sebagai balance pemberitaan, sudah berkali-berkali dihubungi via telpon seluler dan whatsapp namun tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan hingga berita ini diturunkan.

Jali selaku tokoh masyarakat Pelang angkat bicara, setiap tahun anggaran melalui APBD Kabupaten Ketapang, pengerjaan proyek ini hampir tidak pernah beres, menurutnya biar beberapa kali ganti bupati dan DPRD pun mutu dan kualitas jalan yang dikerjakan tidak pernah tuntas hasilnya itu-itu saja dan sudah menelan anggaran yang sangat pantastis.

Baca Juga:  Soal Togel "ES" Di STM Hilir, JPKP Desak Kapolresta DS Evaluasi Kinerja Polsek Talun Kenas, "Jika Tak Mampu Lebih Baik Mundur"

Ia juga mengatakan Bupati Kabupaten Ketapang pernah menegaskan bahwa awal tahun baru jalan itu sudah selesai dan bisa dilalui oleh masyarakat Ketapang, namun menurutnya itu hanya ucapan belaka tidak sesuai dengan realita dilapangan. Dirinya juga membantah apa yang telah disampaikan oleh Sdr. Jalaluddin selaku pengawas pada proyek ini, bahwa jika selesai sesuai apa yang diucapkan oleh Sdr. Jalaluddin ia mengaku siap taruhan potong jari.
“Jika proyek ini selesai sesauai apa yang diucapkan oleh pengwas, sebagai tarhunannya potong jari say ajika selesai tepat waktu”. Ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jali juga meminta kepada Pemerintah Daerah agar tidak asal pilih dalam menunjuk kontraktor perlu ekstra hati-hati, demi menjaga nama baik pemerintah daerah dalam hal ini Bapak Bupati Ketapang, ia juga menyayangkan bahwa dalam proyek sebesar ini pihak pelaksana tidak menyediakan konsultan pengawas hal ini menurutnya sudah menyalahi aturan.

Kami selaku masyarakat umum berharap karena jalan itu merupakan satu-satunya urat nadi sebagai jalan penghubung dari dan ke kota Ketapang merupakan harapan bagi kami untuk memperlancar kami dalam mengais rezeki. Tutupnya

Tim invwstigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Menukung–Nanga Siyai Makin Hancur: Warga Geram, Janji Perbaikan Tinggal Debu
Diduga Gunakan Jalur Tak Resmi, Penyaluran BBM di APMS 67.787.01 Mentebah Tuai Sorotan!?
Lagi-Lagi Korban Jalan Rusak: Truk Sawit Tumbang di Jalur Buluh Merindu–Apin, Pemerintah Jangan Terus Sibuk Menebar Janji
SURAT PERNYATAAN BERSAMA: TUNTUTAN MUNDUR BAGI KOMBES NUNUK SETIYOWATI DIR PPA PPO POLDA JAWA TENGAH
Bunda Jeny Claudya Lumowa Sampaikan Teguran Keras: Kecewa Sikap Kurang Humanis, Minta Kombes Nunuk Rangkul dan Duduk Bersama
Satu Suara LRC-KJHAM dan LBH RaKeSia: Soroti Kehadiran Dir PPA PPO Polda Jateng Yang Lebih Maskulin
Belum Genap 1 Bulan, Kejati Kalbar Kembali Selamatkan Rp. 55 Miliar, Total Pemulihan Tembus Rp.170 Miliar dari Skandal Bauksit
Program Padat Karya : Data Dicatat Realisasi Nol, BPJN Kalbar Wajib Bicara
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:14 WIB

Jalan Menukung–Nanga Siyai Makin Hancur: Warga Geram, Janji Perbaikan Tinggal Debu

Kamis, 30 April 2026 - 12:26 WIB

Diduga Gunakan Jalur Tak Resmi, Penyaluran BBM di APMS 67.787.01 Mentebah Tuai Sorotan!?

Kamis, 30 April 2026 - 09:54 WIB

Lagi-Lagi Korban Jalan Rusak: Truk Sawit Tumbang di Jalur Buluh Merindu–Apin, Pemerintah Jangan Terus Sibuk Menebar Janji

Kamis, 30 April 2026 - 03:37 WIB

SURAT PERNYATAAN BERSAMA: TUNTUTAN MUNDUR BAGI KOMBES NUNUK SETIYOWATI DIR PPA PPO POLDA JAWA TENGAH

Rabu, 29 April 2026 - 23:48 WIB

Bunda Jeny Claudya Lumowa Sampaikan Teguran Keras: Kecewa Sikap Kurang Humanis, Minta Kombes Nunuk Rangkul dan Duduk Bersama

Berita Terbaru