Pujasera atau Kasino Mini? Video Judi Ikan-Ikan Muncul dari Sedap Malam

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mitratnipolri.id || Pekanbaru. Publik kembali dikejutkan oleh maraknya praktik yang diduga kuat sebagai judi ikan-ikan di kawasan Pujasera Sedap Malam, Jalan Kuantan Raya, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru. Sebuah video yang beredar memperlihatkan aktivitas permainan elektronik menyerupai fish gambling machine di dalam area pujasera tersebut, (19/11/2025).

 

Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah pengawasan di kawasan bisnis kuliner malam itu benar-benar berjalan, atau justru dibiarkan seperti kolam ikan tanpa pagar?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Awak media mencoba meminta konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada nomor yang di publikasi pujasera sedap malam. Namun mengatakan salah sambung:

“Maaf salah sambung pak”.

 

Kemudian awak media mencoba hubungi nomor penjaga pujasera sedap malam atas nama Surya, namun tidak aktif. Hingga kini, pengelola Pujasera Sedap Malam belum memberikan penjelasan mengenai bagaimana mesin-mesin tersebut bisa berada dan beroperasi di lokasi yang mereka kelola.

 

Publik mempertanyakan apakah aktivitas itu bagian dari usaha resmi, permainan tanpa izin, atau justru diselipkan oleh pihak tertentu dengan sepengetahuan pengelola.

 

Temuan video ini juga menohok institusi penegak hukum setempat, Polresta Pekanbaru umumnya dan Mapolsek Lima Puluh Pekanbaru khususnya. Warga mempertanyakan bagaimana sebuah aktivitas yang secara umum dikenal sebagai perjudian bisa berlangsung di wilayah kota besar, di lokasi terbuka, namun tidak terendus, tidak terpantau, dan tidak tersentuh.

 

Dikonfirmasi awak media kepada Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., MH. Melalui pesan WhatsApp Kapolresta Pekanbaru sempat membalas chat awak media, namun pesan itu kemudian di hapus.

 

Awak media juga kemudian meminta konfirmasi kepada Kapolsek lima puluh Pekanbaru Kompol Viola Dwi Anggraeni dan juga kepada Kanit reskrim Polsek lima puluh Pekanbaru AKP Syafril, namun hingga berita masuk ke meja Redaksi tidak memberikan klarifikasi atau jawaban apapun alias BUNGKAM.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Turun, BBM Non-Subsidi Naik: Posisi Negara Dipertanyakan Atas Kegelisahan Rakyat

 

Masyarakat menilai pengawasan aparat di wilayah tersebut tampak seperti lampu jalan yang mati: ada tiangnya, tapi tidak berfungsi ketika dibutuhkan.

“Tau lah bang, ya kali gak tau (sambil ketawa sinis). Sama-sama tau aja la bang, abang kalau masuk kesitu jangan bilang wartawan, gak akan di bolehkan masuk bang. Ngaku pengunjung biasa aja bang, lihat sendiri la sama abang gimana aktivitas didalam nya. Aduh bang, bang. Disitu juga ada setoran ke beberapa oknum wartawan kok bang”. Ungkap warga tempatan yang enggan namanya disebutkan.

 

Kisruh ini juga mengungkap rapuhnya sistem pengawasan tempat usaha di Pekanbaru. Pujasera, yang sejatinya menjadi ruang kuliner dan pertemuan masyarakat, kini justru diseret menjadi sorotan karena dugaan praktik ilegal yang dilakukan di dalamnya.

 

Kondisi ini menyiratkan satir pahit bahwa di kota besar sekalipun, dugaan adanya sebuah mesin judi bisa hidup tenang di sudut pujasera, sementara regulasi justru tampak seperti “hiasan dinding yang tidak dibaca”, tambah HS warga tempatan.

 

Media telah berupaya meminta konfirmasi kepada pengelola Pujasera Sedap Malam serta instansi terkait, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons resmi.

 

Media tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pengelola pujasera, pemilik lokasi, dan aparat penegak hukum terkait untuk memberikan penjelasan, bersambung…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Menukung–Nanga Siyai Makin Hancur: Warga Geram, Janji Perbaikan Tinggal Debu
Diduga Gunakan Jalur Tak Resmi, Penyaluran BBM di APMS 67.787.01 Mentebah Tuai Sorotan!?
Lagi-Lagi Korban Jalan Rusak: Truk Sawit Tumbang di Jalur Buluh Merindu–Apin, Pemerintah Jangan Terus Sibuk Menebar Janji
SURAT PERNYATAAN BERSAMA: TUNTUTAN MUNDUR BAGI KOMBES NUNUK SETIYOWATI DIR PPA PPO POLDA JAWA TENGAH
Bunda Jeny Claudya Lumowa Sampaikan Teguran Keras: Kecewa Sikap Kurang Humanis, Minta Kombes Nunuk Rangkul dan Duduk Bersama
Satu Suara LRC-KJHAM dan LBH RaKeSia: Soroti Kehadiran Dir PPA PPO Polda Jateng Yang Lebih Maskulin
Belum Genap 1 Bulan, Kejati Kalbar Kembali Selamatkan Rp. 55 Miliar, Total Pemulihan Tembus Rp.170 Miliar dari Skandal Bauksit
Program Padat Karya : Data Dicatat Realisasi Nol, BPJN Kalbar Wajib Bicara
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:14 WIB

Jalan Menukung–Nanga Siyai Makin Hancur: Warga Geram, Janji Perbaikan Tinggal Debu

Kamis, 30 April 2026 - 12:26 WIB

Diduga Gunakan Jalur Tak Resmi, Penyaluran BBM di APMS 67.787.01 Mentebah Tuai Sorotan!?

Kamis, 30 April 2026 - 09:54 WIB

Lagi-Lagi Korban Jalan Rusak: Truk Sawit Tumbang di Jalur Buluh Merindu–Apin, Pemerintah Jangan Terus Sibuk Menebar Janji

Kamis, 30 April 2026 - 03:37 WIB

SURAT PERNYATAAN BERSAMA: TUNTUTAN MUNDUR BAGI KOMBES NUNUK SETIYOWATI DIR PPA PPO POLDA JAWA TENGAH

Rabu, 29 April 2026 - 23:48 WIB

Bunda Jeny Claudya Lumowa Sampaikan Teguran Keras: Kecewa Sikap Kurang Humanis, Minta Kombes Nunuk Rangkul dan Duduk Bersama

Berita Terbaru