Sembilan Ormas Melayu Geruduk Kantor Pertamina Pontianak, Desak Kepastian Atasi Kelangkaan BBM Subsidi!

- Penulis

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pontianak, 20 Maret 2026 – Gelombang protes terhadap kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kalimantan Barat kian menguat. Sedikitnya sembilan organisasi masyarakat (ormas) Melayu menggelar aksi mendatangi kantor Pertamina di Jalan Jenderal Sutoyo, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Jumat (20/3/2026).

Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat dari Polsek Pontianak Selatan yang di pimpin langsung oleh Kapolsek AKP Inayatun Nurhasanah,S.H.,M.H serta dihadiri tokoh masyarakat. Meski diwarnai nada protes keras, kegiatan berjalan relatif kondusif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi itu, massa menuntut ketegasan dan transparansi dari pihak Pertamina terkait kelangkaan BBM subsidi, khususnya jenis Pertalite dan Solar yang dalam beberapa hari terakhir sulit diperoleh masyarakat.

Perwakilan Pertamina Kalimantan Barat,Widhi selaku Area manajer wilayah menemui langsung massa aksi. Ia menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan menemui peserta aksi, dengan alasan sebelumnya melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU.

“Kami mohon maaf karena sebelumnya masih melakukan pengecekan di lapangan bersama tim. Saat ini kami terus berupaya memaksimalkan distribusi agar pasokan di SPBU kembali normal,” ujar Widhi di hadapan massa.

Namun demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekecewaan peserta aksi. Perwakilan ormas menilai pernyataan sebelumnya dari pihak Pertamina maupun pemerintah daerah yang menyebut stok BBM aman tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Mereka mengungkapkan bahwa antrean panjang terjadi hampir di seluruh SPBU di Kalimantan Barat, bahkan sejumlah SPBU dilaporkan kehabisan stok dalam waktu singkat setelah distribusi.

Baca Juga:  Masyarakat Karang Ketuan Siap Menangkan ROIS, Optimis Raih 70 Persen Suara

“Kami tidak butuh janji. Kalau memang kondisi tidak aman, sampaikan apa adanya. Jangan menyatakan aman, tapi kenyataannya masyarakat harus antre berjam-jam bahkan tidak kebagian,” tegas Mulyadi salah satu perwakilan ormas dalam orasinya.

Selain itu, massa juga meminta Pertamina melakukan pengaturan distribusi yang lebih terukur di tingkat SPBU. Mereka mengusulkan adanya pembatasan jumlah kendaraan yang dilayani berdasarkan kapasitas BBM yang tersedia, guna menghindari antrean panjang yang berujung kekecewaan masyarakat.

Massa juga menyoroti perlunya edukasi dan transparansi kepada masyarakat terkait jumlah pasokan BBM yang didistribusikan ke setiap SPBU, sehingga masyarakat tidak terjebak dalam antrean panjang tanpa kepastian.

Dalam tuntutannya, ormas memberikan ultimatum kepada Pertamina agar segera memperbaiki kondisi distribusi BBM dalam waktu satu hingga dua hari ke depan. Jika tidak, maka mereka akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Kalau dalam satu sampai dua hari ini kondisi masih tidak kondusif, kami akan turun dengan massa yang lebih besar. Ini suara masyarakat Kalimantan Barat,” tegas Mulyadi.

Sementara itu, pihak Pertamina menyatakan akan terus berupaya meningkatkan suplai dan memperbaiki distribusi ke SPBU, dengan harapan antrean dapat segera terurai menjelang Hari Raya Idulfitri.

Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat meningkatnya kebutuhan BBM menjelang arus mudik dan perayaan Lebaran, yang berpotensi memperparah tekanan terhadap distribusi energi di daerah.

Tim – Liputan
(Am)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengamat : Retret ASN Kalbar Dinilai Investasi Strategis, Kritik Publik Tetap Diperlukan dalam Kerangka Demokrasi!
Skandal PLTU Kalbar Meledak: Halim Kalla Jadi Tersangka, Kerugian Negara Tembus Rp 1,35 Triliun
Penguatan Pimpinan OPD Lewat Retreat, Langkah Strategis Tingkatkan Kepuasan Masyarakat!
Viral! Dian Puspitasari, S.H., Direktur LBH RaKeSia: Penyidik Unit III Satreskrim Polres Batang Wajib Mengungkap Peran Aktif CW, WC dan EDC Terkait Kasus Penerimaan CPNS Kemenkumham RI.
Penguatan tebing sungai itik jadi sorotan,LPM Tegas Kawal Proyek Bernilai Rp.14,8 Milyar
DPC APRI Sanggau Buka Fakta Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC
Diduga Abaikan Keterbukaan Informasi, Proyek Turap di Sungai Kakap Jadi Sorotan Publik
Wujudkan Mimpi Warga, Dandim 1206/Psb Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 11:37 WIB

Pengamat : Retret ASN Kalbar Dinilai Investasi Strategis, Kritik Publik Tetap Diperlukan dalam Kerangka Demokrasi!

Sabtu, 11 April 2026 - 11:32 WIB

Skandal PLTU Kalbar Meledak: Halim Kalla Jadi Tersangka, Kerugian Negara Tembus Rp 1,35 Triliun

Kamis, 9 April 2026 - 15:35 WIB

Viral! Dian Puspitasari, S.H., Direktur LBH RaKeSia: Penyidik Unit III Satreskrim Polres Batang Wajib Mengungkap Peran Aktif CW, WC dan EDC Terkait Kasus Penerimaan CPNS Kemenkumham RI.

Kamis, 9 April 2026 - 09:19 WIB

Penguatan tebing sungai itik jadi sorotan,LPM Tegas Kawal Proyek Bernilai Rp.14,8 Milyar

Rabu, 8 April 2026 - 14:27 WIB

DPC APRI Sanggau Buka Fakta Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC

Berita Terbaru