SPBU 64.785.08 : Demi Untung Jumbo, Jerigen Dan Drum Gampang Dapat BBM. Masyarakat Sulit

- Penulis

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Sanggau –Kalbar–Kembali lagi SPBU berengsek layani antrian Jerigen dan drum. Kali ini terjadi di SPBU 64.785.08 Bodok Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau.

” Masyarakat lagi susah-susahnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak Subaidi, he malah para pembeli yang memakai jerigen maupun drum justru gampang memperoleh oil pertalet dan solar. Ini tidak bisa dibiarkan harus ditindak, ” pinta warga Kabupaten Sanggau.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan jangan mentang-mentang pihak ketiga beli dengan harga tinggi, partai besar dan untungnya gemuk, lantas kami yang beli seliter, can tepinya minim harus diabaikan. BBM subsidi itu punya masyarakat miskin bukan untuk mereka.

Baca Juga:  Satresnarkoba Polres Musi Rawas Borgol Warga Tugumulyo, Simpan Dua Bungkus Sabu di Atas Kulkas

Kalau praktek penyimpangan distribusi BBM subsidi, yang sejak dulu hingga sekarang ini, terus dan selalu dibiarkan terjadi tanpa ada tindakan tegas dari Bupati dan Polres, lanjutnya, potensi kelangkaan BBM bakal terjadi disetiap SPBU.

Makanya kami minta, meskipun sudah terlambat, siapapun pemilik yang menjual BBM subsidi kepihak ketiga, harus diproses hukum, seperti yang dilakukan SPBU Bodok. Jangan sudah terjadi kelangkaan minyak baru bersikap dan bikin aturan lagi.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Rusak, Debu dan Lumpur Mengganggu, Proyek Sekolah Rakyat Batulayang Diduga Langgar Aturan!
Pengamat : Retret ASN Kalbar Dinilai Investasi Strategis, Kritik Publik Tetap Diperlukan dalam Kerangka Demokrasi!
Skandal PLTU Kalbar Meledak: Halim Kalla Jadi Tersangka, Kerugian Negara Tembus Rp 1,35 Triliun
Penguatan Pimpinan OPD Lewat Retreat, Langkah Strategis Tingkatkan Kepuasan Masyarakat!
Viral! Dian Puspitasari, S.H., Direktur LBH RaKeSia: Penyidik Unit III Satreskrim Polres Batang Wajib Mengungkap Peran Aktif CW, WC dan EDC Terkait Kasus Penerimaan CPNS Kemenkumham RI.
Penguatan tebing sungai itik jadi sorotan,LPM Tegas Kawal Proyek Bernilai Rp.14,8 Milyar
DPC APRI Sanggau Buka Fakta Tambang Liar Dihentikan Nama APRI Disalahgunakan Penambang Diminta Masuk Sistem Resmi RMC
Diduga Abaikan Keterbukaan Informasi, Proyek Turap di Sungai Kakap Jadi Sorotan Publik
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:27 WIB

Jalan Rusak, Debu dan Lumpur Mengganggu, Proyek Sekolah Rakyat Batulayang Diduga Langgar Aturan!

Sabtu, 11 April 2026 - 11:37 WIB

Pengamat : Retret ASN Kalbar Dinilai Investasi Strategis, Kritik Publik Tetap Diperlukan dalam Kerangka Demokrasi!

Sabtu, 11 April 2026 - 11:32 WIB

Skandal PLTU Kalbar Meledak: Halim Kalla Jadi Tersangka, Kerugian Negara Tembus Rp 1,35 Triliun

Jumat, 10 April 2026 - 00:09 WIB

Penguatan Pimpinan OPD Lewat Retreat, Langkah Strategis Tingkatkan Kepuasan Masyarakat!

Kamis, 9 April 2026 - 15:35 WIB

Viral! Dian Puspitasari, S.H., Direktur LBH RaKeSia: Penyidik Unit III Satreskrim Polres Batang Wajib Mengungkap Peran Aktif CW, WC dan EDC Terkait Kasus Penerimaan CPNS Kemenkumham RI.

Berita Terbaru