KontraS: Presiden Prabowo Saatnya Mendorong Kapolri Untuk Menuntaskan Kasus Penembakan Siswa SMKN 4 Semarang

- Penulis

Sabtu, 14 Desember 2024 - 05:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalinformasi.com || Semarang – Kasus Penembakan siswa SMKN 4 Semarang yang dilakukan oleh anggota kepolisian Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin menjadi sorotan publik.

Masyarakat menuntut agar kepolisian berbenah dan melakukan evaluasi besar-besaran di instutusi kepolisian.

Adanya dugaan rekayasa dalam kasus penembakan Gamma yang menutup-nutupi fakta-fakta peristiwa kejadian penembakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat menuntut agar kasus ini dibuka dengan terang benderang, dimana sebelumnya di RDP DPRI RI, Kapolrestabes Semarang mengungkap penembakan yang dilakukan Aipda Robig karena adanya tawuran anggota gangster.

Keterangan berbeda disampaikan oleh Kabid Propam Polda Jateng di RDP DPR RI bahwa motif penembakan bukan karena tawuran akan tetapi karena kendaraannya diserempet.

Publik saat ini mempertanyakan mengenai senjata tajam yang diperlihatkan dalam konferensi pers Polrestabes Semarang pada tanggal 27 November 2024. Belakangan terkuak melalui rekaman kamera cctv tidak ada tawuran.

Usman Hamid Koordinator KontraS mengatakan, faktanya pesan tersebut disampaikan di Semarang maka itu harus diartikan oleh Polri sebagai institusi untuk lebih serius dalam melakukan reformasi.

Presiden Prabowo memberikan pesan di Apel Kasatwil Polri Tahun 2024 di Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah (12/12/2024) agar kepolisian tetap semangat, profesional, disiplin, dan semakin berbakti kepada bangsa dan rakyat.

“Kota Semarang baru-baru ini menjadi spotlight pelanggaran HAM dengan mencuatnya kasus penembakan Gamma oleh anggota kepolisian yang mencoreng nama baik institusi kepolisian,” ujar Usman yang dihubungi pada hari Jumat (13/12/2024).

Lebih lanjut Usman menjelaskan, reformasi di tubuh polri apakah dalam bentuk pergantian pucuk pimpinan tertinggi maupun rotasi kepemimpinan yang menempatkan polisi-polisi yang punya komitmen terhadap HAM, mendesak untuk segera dilakukan untuk memperbaiki citra kepolisian.

Baca Juga:  Viral..!! Skandal Penipuan Online Dan Peredaran Narkoba Disinyalir Masih Marak di Rutan Kabanjahe, Karutan Kabanjahe Harus Dicopot..!!

“Amnesty International melihat keberulangan kasus-kasus kekerasan polisi ini tidak hanya terbatas pada pelanggaran yang dilakukan oleh aparat dilapangan yang tidak sesuai SOP, ” terangnya.

“Namun, lebih kepada kebijakan atasan yang membiarkan terjadinya kekerasan,” katanya.

Usman menyebutkan, dikarenakan posisi Polri dibawah Presiden maka pesan Presiden tersebut harus menjadi wake-up call bagi petinggi-petinggi Polri untuk segera berbenah dan menjadikan HAM sebagai panduan dalam menjalankan tugas mereka.

“Menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang melibatkan anggota kepolisian secara menyeluruh dan adil, jauh lebih efektif dalam memulihkan nama baik kepolisian di mata publik, ” pungkasnya.

Usman menilai, ketimbang berusaha melakukan upaya-upaya dugaan manipulasi fakta seperti yang terlihat di kasus Gamma di Semarang.

“Meskipun pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah ada dorongan kuat dari publik, kita harus terus mengawal kasus tersebut untuk memastikan adanya keadilan bagi korban dan keluarga korban,” katanya Usman lagi menambahkan.

Menurut Usman, kasus Gamma bisa menjadi titik balik reformasi kepolisian jika benar-benar polisi secara institusi serius melalukan reformasi secara menyeluruh.

Usman berpendapat, Presiden jika tidak serius dalam mendorong reformasi di kepolisian maka publik akan menganggap pesan yang disampaikan di Semarang tersebut hanyalah retorika kosong yang melanggengkan budaya impunitas yang menjadi musuh utama penegakan HAM di Indonesia.

“Jika tidak ingin dikatakan bertanggung jawab dalam melanggengkan budaya impunitas di tubuh Polri, maka inilah saat yang tepat bagi Presiden untuk mendorong reformasi di tubuh Polri sekarang juga,” katanya Usman Hamid.

Mengenai Kapolrestabes Semarang, Usman Hamid mengatakan, Kapolrestabes Semarang harus dimintai tanggung jawab.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seorang PNS Di Medan, Curhat Sudah 7 Bulan Kasus Ibu Tiri Yang Aniaya Anaknya Diduga Mangkrak di Meja Penyidik
Feri Isrop Jadi Harapan Baru Warga untuk Pembenahan PDAM Tirta Bukit Sulap
Dugaan Pelanggaran Pemasangan Tiang Listrik PLN di Atas Tanah Warga, Masyarakat Berhak Menuntut Kompensasi
Buat Warga Muslim dan Non-Muslim, Daging Sapi Jumbo Kurban Ormas HBB Dibagi Rata
Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H Terseret Isu Setoran Mafia Minyak
Gelar Silaturahmi, Lamsiang Sitompul Perkuat Sinergi dan Paparkan Sejarah Berdirinya Horas Bangso Batak
Ketua LMND Sumut Soroti Dugaan Pungli di Samsat Jalan Sekip: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Praktik Percaloan
Komunitas Women’s International Club (WIC) Semarang Adakan Pengabdian Masyarakat di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Semarang
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:42 WIB

Seorang PNS Di Medan, Curhat Sudah 7 Bulan Kasus Ibu Tiri Yang Aniaya Anaknya Diduga Mangkrak di Meja Penyidik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:30 WIB

Feri Isrop Jadi Harapan Baru Warga untuk Pembenahan PDAM Tirta Bukit Sulap

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:01 WIB

Dugaan Pelanggaran Pemasangan Tiang Listrik PLN di Atas Tanah Warga, Masyarakat Berhak Menuntut Kompensasi

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:32 WIB

Buat Warga Muslim dan Non-Muslim, Daging Sapi Jumbo Kurban Ormas HBB Dibagi Rata

Selasa, 26 Mei 2026 - 05:30 WIB

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H Terseret Isu Setoran Mafia Minyak

Berita Terbaru

Uncategorized

Tragedi di RT 08 Desa Sukabangun Jangan Berakhir Menjadi Misteri

Minggu, 31 Mei 2026 - 01:53 WIB