Mau Tau Program ROIS Bidang Pertanian dan Perkebunan? Simak Penjelasannya

- Penulis

Minggu, 13 Oktober 2024 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalinformasi.com||LUBUK LINGGAU – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lubuk Linggau nomor urut 1, H Rodi Wijaya-H Imam Senen (ROIS) terus bergerak mensosialisasikan visi misi.

Dibidang pertanian dan perkebunan, pemerintahan ROIS akan melakukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi, bantuan alat mesin pertanian serta pengembangan varietas bibit unggul buah sayur yang berbeda di setiap kelurahan.

Pada 2023 lalu, alokasi pupuk subsidi di Kota Lubuk Linggau sesuai Peraturan Gubernur Sumsel tahun 2022, untuk jenis pupuk Urea sebanyak 843 ton dan pupuk NPK 632 ton.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara luasan perkebunan di Lubuk Linggau terdiri dari perkebunan karet 11.873 ha, kelapa 215 ha, sawit 917 ha, Kopi 1.260 ha, dan Lada 40 ha dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel tahun 2022.

Sedangkan luas lahan pertanian persawahan yang disaluri irigasi seluas 1.551 ha, dengan rincian di Kecamatan Lubuk Linggau Barat I 322 ha, Barat II 95 ha, Selatan I 175 ha , Selatan II 790 ha, Timur I 71 Ha, Utara I 270 Ha dan Utara II 27 ha.

Selain itu, untuk sawah non irigasi atau tadah hujan seluas 333 Ha tersebar di Selatan I 71 Ha, Selatan II 128 Ha, Utara I 126 Ha dan Utara Ii 8 Ha. Jadi total lahan persawahan di Lubuklinggau seluas 1.884 Hektar.

Dari luasan lahan persawahan dan sebaran pupuk subsidi ini, sering terjadi kekurangan. Kendala ini terus dihadapi kalangan petani, karena alokasi sering bergantian sehingga pertanian di Lubuklinggau kurang memuaskan.

Salah seorang petani di Tanjung Harapan Kelurahan Moneng Sepati Kecamatan Lubuklinggau Selatan II,Mulyono bercerita, ia terpaksa membeli pupuk non subsidi karena pupuk subsidi susah didapat.

Mulyono pun sudah berkeliling mencari pupuk subsidi ke wilayah Lubuk Linggau hingga wilayah Tugu Mulyo Kabupaten Musi Rawas.

Baca Juga:  Kampanye Dialogis ROIS di Kelurahan Batu Urip, Mat Ari dan Hj Yetti Oktarina Prana Sapa Pendukung dengan Orasi Berapi-api

Untuk itu, pemerintahan ROIS jika terpilih dan diberi amanah untuk menjadi pemimpin, siap atasi kesulitan pupuk bagi para petani.

Hal ini bertujuan guna mendukung kesejahteraan para petani dan meningkatkan hasil produksi padi. Karena Lubuk Linggau bisa memenuhi kebutuhan pangan lokal, sudah seharusnya ketersedian pupuk harus selalu ada dan akan ditambah.

Artinya, pemerintah daerah akan melakukan intervensi positis sehingga tidak ada lagi petani sulit mendapatkan pupuk.

Kemudian terhadap bantuan alat mesin pertanian. Hal ini juga bisa mengoptimalkan produksi pertanian dan membuka lahan pertanian baru seperti eksavator atau biasa disebut Alsintan.

Maka upaya riil yang bisa dilakukan pemerintah adalah bagaimana dengan lahan yang sedikit produktivitasnya bisa dipertahankan atau ditingkatkan.

Lalu, pengembangan varietas bibit unggul buah sayur yang berbeda di setiap kelurahan, karena beberapa tempat masih terdapat sentra sayur lokal dan perlu dilakukan perluasan.

Setiap varietas memiliki spesifikasi sendiri-sendiri dalam hal habitat tempat ia tumbuh, artinya suatu varietas unggul disuatu daerah belum tentu dapat menunjukkan performa keunggulannya apabila ditanam di daerah lain yang tidak memilik spesifikasi tempat tumbuh seperti yang di persyaratkan dalam deskripsi dari varietas tersebut.

Oleh karena itu menjadi satu hal yang penting dalam usaha pertanian adalah pemilihan varietas sesuai dengan lokasi dan tempat dimana varietas tersebut akan dikembangkan.

Ada beberapa kriteria yang mempengaruhi sebagai dasar dalam pemilihan varietas yaitu antara lain,  ekosistem, yaitu sawah irigasi, tadah hujan, gogo monokultur/tumpangsari, rawa lebak/pasang surut, Ketinggian tempat, yaitu rendah, sedang tinggi, Hama dan penyakit endemik, wereng coklat, bakteri, hawar daun, blast dan tungro dan selera pasar itu sendiri. *(Ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SURAT PERNYATAAN BERSAMA: TUNTUTAN MUNDUR BAGI KOMBES NUNUK SETIYOWATI DIR PPA PPO POLDA JAWA TENGAH
Bunda Jeny Claudya Lumowa Sampaikan Teguran Keras: Kecewa Sikap Kurang Humanis, Minta Kombes Nunuk Rangkul dan Duduk Bersama
Satu Suara LRC-KJHAM dan LBH RaKeSia: Soroti Kehadiran Dir PPA PPO Polda Jateng Yang Lebih Maskulin
Belum Genap 1 Bulan, Kejati Kalbar Kembali Selamatkan Rp. 55 Miliar, Total Pemulihan Tembus Rp.170 Miliar dari Skandal Bauksit
Program Padat Karya : Data Dicatat Realisasi Nol, BPJN Kalbar Wajib Bicara
Peluncuran Buku “Kita Belum Dewasa”, Adhi Black Ajak Masyarakat Kalbar Sukseskan Momentum Refleksi Diri
Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta. Azmi Syahputra: Tidak Ada Impunitas Bagi Pelaku dan Tidak Boleh Ada Kompromi
Free event Jong Batak’s Arts Festival ke 13 diselenggarakan Meriah di Taman Budaya Medan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 03:37 WIB

SURAT PERNYATAAN BERSAMA: TUNTUTAN MUNDUR BAGI KOMBES NUNUK SETIYOWATI DIR PPA PPO POLDA JAWA TENGAH

Rabu, 29 April 2026 - 23:48 WIB

Bunda Jeny Claudya Lumowa Sampaikan Teguran Keras: Kecewa Sikap Kurang Humanis, Minta Kombes Nunuk Rangkul dan Duduk Bersama

Rabu, 29 April 2026 - 23:39 WIB

Satu Suara LRC-KJHAM dan LBH RaKeSia: Soroti Kehadiran Dir PPA PPO Polda Jateng Yang Lebih Maskulin

Rabu, 29 April 2026 - 12:28 WIB

Belum Genap 1 Bulan, Kejati Kalbar Kembali Selamatkan Rp. 55 Miliar, Total Pemulihan Tembus Rp.170 Miliar dari Skandal Bauksit

Selasa, 28 April 2026 - 13:19 WIB

Program Padat Karya : Data Dicatat Realisasi Nol, BPJN Kalbar Wajib Bicara

Berita Terbaru