Terjawab!!! Diduga Stevani Refleksi Milik Adik Bie Hoi Menyediakan Layanan + +

- Penulis

Selasa, 10 Desember 2024 - 03:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalinformasi.com || Pekanbaru (10/12/2024). Diduga Stevani Family Reflexology milik Stevani alias Ani adik Bie Hoi menyediakan layanan plus plus bagi tamu pria.

Stevani Family Reflexology yang berada di Jalan Teuku Abidin No. 14B Pekanbaru merupakan salah satu tempat refleksi milik Stevani alias Ani adik Bie Hoi yang menyediakan jasa massage traditional, shia I shu, refleksi kaki dan punggung, lulur, totok wajah, dan therapy herbal bagi pria dan wanita.

Dari depan Stevani Family Reflexology tampak biasa saja. Sedikit tertutup dan hanya tampak satu pintu kaca sebagai akses masuk bagi tamu. Tidak terlalu banyak tulisan di pintunya. Di atas pintu, sebuah baliho berukuran besar bertuliskan nama “Stevani Family Reflexology” itulah namanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat tamu masuk pintu pertama, tamu langsung dilayani oleh bagian resepsionis. Bagian resepsionis langsung menawarkan jasa dan menyodorkan beberapa orang terapis beserta daftar namanya. Saat itu tampak 4 orang terapis yang sedang kosong, sedangkan di daftar nama terlihat sebanyak 12 orang terapis wanita. Nama yang dicantumkan hanya nama panggilan saja. Usia terapis diperkirakan berusia 30 hingga 40 tahun keatas.

Dalam ruangan itu tampak beberapa CCTV aktif dan beberapa tulisan, diantaranya: “sopanlah kepada terapis dan No Sex”.

Tamu memilih terapis (I) dengan mengambil paket urut sebatang badan dengan harga paket urut Rp 160 ribu dengan durasi 60 menit. Setelah itu customer diarahkan oleh terapis (I) masuk kedalam ruangan pada pintu kedua. Ruangan tersebut tampak sedikit gelap. Sumber cahaya yang masuk hanya dari pantulan lampu ruangan resepsionis. Dalam ruangan itu tampak ada 4 room yang di sekat-sekat dan hanya ditutupi gorden berwarna hijau muda kombinasi putih.

Baca Juga:  Polsek Tugumulyo Tebar Kepedulian di Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Paket Sembako Disalurkan

Dalam room, terapis (I) menginstruksikan kepada tamu untuk melepaskan pakaiannya. Terapis (I) bercerita kepada tamu bahwa ia baru 6 bulan bekerja di Stevani Family reflexology. Ia berasal dari luar kota dengan status seorang Ibu:
“Anak saya di Medan bang. Saya baru 6 bulan disini. Disini saya dibayar per jam nya Rp 22 ribu kalau ada tamu”. Ungkap (I) terapis Stevani family reflexology.

Setelah 30 menit, tamu “ditawarkan” terapis (I) untuk melakukan urut vital:
“Mau sekalian urut ini? (Sambil memegang). Kalau disini gak perlu munafik lah, masih adalah itu terapis kita ngeluarin itu tamu”. Ucap (I) terapis Stevani family reflexology.

“Maksudnya?”, tanya tamu bingung.

“Kocokan lah gitu. Kita kan juga butuh uang lebih bg, gaji kita cuma Rp 22 rb. Kita mau makan, mau kirim anak iyalah kalau satu hari tu kita bisa kerja 5-6. Dia perjam Rp 22 rb cuma, nombok lah”, terang (I) terapis Stevani family reflexology.

Dikonfirmasi awak media kepada Stevani alias Ani: “usaha kita benar, dan kita bayar pajak setiap bulannya. Refleksi yang kita buka itu seperti kakiku. Terapis kita orang-orang tua. Terapis dan karyawan kita ada kasi surat perjanjian. Kita suruh karyawan tanda tangan yang telah diketahui oleh RW setempat bahwa kita gak menyediakan yang aneh-aneh. Kalau kedapatan itu urusan terapis sama tamu”. Ucap Stevani alias Ani (pemilik Stevani family reflexology).

Apakah benar usaha Refleksi Stevani alias Ani adik Bie Hoi memiliki badan hukum?

Apakah refleksi Stevani family reflexology adalah tempat + + berkedok urut sehat keluarga?

Apakah sumber uang usaha Refleksi ini ada hubungannya dengan uang Deposito Bie Hoi sang kakak?
(Bersambung***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel globalinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Astaga..!! Dituding Menistakan Agama Kristen, Jusuf Kalla Dilaporkan Aliansi Masyarakat Dan Ormas Ke Polda Sumut
Polda Jateng Akan Gelar Perkara Khusus. Dian Puspitasari, S.H., Direktur LBH RaKeSia: Apresiasi Dirreskrimum Polda Jateng Melihat Secara Komprehensif Terkait Kasus Penerimaan CPNS Kemenkumham RI di Polres Batang dan Polrestabes Semarang
Karang Taruna Lubuk Linggau Barat Salurkan 2.000 Al-Qur’an untuk TPA
Lampu Sering Padam, Aktivis Muda Musi Rawas Desak Evaluasi Kinerja PLN Muara Beliti
Wakil Wali Kota Resmi Tutup MTQ XVIII Lubuk Linggau 2026, Selatan I Raih Juara Umum
Polsek Tugumulyo Tebar Kepedulian di Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Paket Sembako Disalurkan
Viral! Dian Puspitasari, S.H., Direktur LBH RaKeSia: Penyidik Unit III Satreskrim Polres Batang Wajib Mengungkap Peran Aktif CW, WC dan EDC Terkait Kasus Penerimaan CPNS Kemenkumham RI.
Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Pembangunan Yonif TP 947 di Musi Rawas: Sinergi TNI dan Pemda Wujudkan Pertahanan Wilayah yang Kuat
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 14:54 WIB

Astaga..!! Dituding Menistakan Agama Kristen, Jusuf Kalla Dilaporkan Aliansi Masyarakat Dan Ormas Ke Polda Sumut

Senin, 13 April 2026 - 16:44 WIB

Polda Jateng Akan Gelar Perkara Khusus. Dian Puspitasari, S.H., Direktur LBH RaKeSia: Apresiasi Dirreskrimum Polda Jateng Melihat Secara Komprehensif Terkait Kasus Penerimaan CPNS Kemenkumham RI di Polres Batang dan Polrestabes Semarang

Minggu, 12 April 2026 - 05:00 WIB

Karang Taruna Lubuk Linggau Barat Salurkan 2.000 Al-Qur’an untuk TPA

Sabtu, 11 April 2026 - 21:59 WIB

Lampu Sering Padam, Aktivis Muda Musi Rawas Desak Evaluasi Kinerja PLN Muara Beliti

Sabtu, 11 April 2026 - 07:46 WIB

Wakil Wali Kota Resmi Tutup MTQ XVIII Lubuk Linggau 2026, Selatan I Raih Juara Umum

Berita Terbaru

Uncategorized

Perkaranya dibatalkan MA, Hanifah Patuhi Hukum

Rabu, 15 Apr 2026 - 14:13 WIB