Globalinformasi.com || Jawa Tengah. Proses seleksi perangkat desa di 125 desa dari 17 kecamatan di Kabupaten Pati telah dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.
Pembukaan perangkat desa ini terdapat 264 formasi yang terdiri dari 42 sekretaris desa serta 222 posisi lainnya seperti kepala urusan, kepala seksi, dan kepala dusun.
“LBH AMAN telah menerima 6 pengaduan dugaan kecurangan dalam proses seleksi perangkat desa yang diduga dilakukan oleh panitia seleksi ataupun kepala desa”, ujar Solikhin, Ketua LBH AMAN.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut Solikhin mengatakan, adapun modus kecurangan yang dilakukan adalah menggunakan skor atau jumlah pengabdian calon perangkat desa.
“Hal ini menjadi salah satu komponen penilaian selain skor penilaian ujian tertulis”, katanya.
Solikhin juga menyebutkan dalam releasenya, selain itu ditemukan terdapat proses penghitungan skor yang tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Bupati.
“Yang seharusnya itu dipilih berdasarkan nilai tertinggi karena adanya persinggungan waktu. Namun, oleh panitia diakumulasi. Jelas ini tak sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 35 tahun 2023 tentang Pelaksanaan Perda Perangkat Desa”, tuturnya Solikhin.
Selain itu Solikhin menambahkan, hal sama juga terjadi pada penentuan pihak ketiga serta tahapan proses seleksi yang minim keterbukaan.
“Kita akan identifikasi lebih detail tentang dugaan mal administrasi ini”, katanya.
“Ombudsman RI dan KPK kita minta monitoring atas proses seleksi perangkat desa ini. Surat tertulis akan kita kirimkan”, jelasnya.
Karman Sastro selaku Dewan Pembina LBH AMAN PATI Jawa Tengah mengharapkan semua pihak untuk turut serta mengawasi proses seleksi perangkat desa di Kabupaten Pati.
“LBH AMAN PATI harus memastikan proses seleksi perangkat desa dilakukan secara transparan”, ungkapnya.
“Kita tak ingin seperti Kabupaten Demak yang beberapa waktu lalu ada 8 Kepala Desa terlibat suap dalam pengisian perangkat desa”, ujarnya.
“Maka ujian tertulis yang diadakan hari ini Jumat (1/11/2024) yang diselenggarakan di gedung UTC Semarang oleh Sekolah Kajian Stratejik dan Global, kita turunkan tim untuk monitoring”, tuturnya.
LBH AMAN PATI JATENG.
Romauli S.













